Ini Dia Pilihan Jenis Reksadana Untuk Investasi


Investasi khususnya di era sekarang bagi sebagian orang menjadi hal yang begitu penting dan urgen. Pasalnya kita tidak tahu bagaimana kehidupan nantinya apakah berkecukupan atau tidak. Setiap orang pasti memiliki masa untuk pensiun sehingga kebutuhan dimasa depan nantinya perlu untuk dipikirkan mulai dari sekarang.
Di tengah gencaran banyak tawaran produk investasi, reksadana menjadi instrumen investasi yang cukup menjanjikan. Terlebih banyaknya jenis reksadana turut memudahkan para calon investor untuk memilih reksadana mana yang sekiranya menguntungkan.
Pada dasarnya mau berinvestasi dalam bentuk apapun tak terkecuali reksadana pasti memiliki resiko. Namun, untuk Anda yang ingin sukses berinvestasi patut untuk memperhatikan bahwa kunci sukses berinvestasi adalah adanya kesesuaian antara tujuan keuangan dengan instrumen investasi yang dipilih. Berikut ini jenis investasi reksadana yang bisa Anda pilih:

  1. Reksadana campuran
    Reksadana campuran merupakan sebuah kombinasi berbagai instrumen. Tujuannya tak lain adalah untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin meski keuntungannya tidak melebihi reksadana saham. Kelebihan dari reksadana campuran adalah terletak pada komposisi portofolionya yang lebih fleksibel. Dengan begitu manajer investasi bisa sebebas mungkin mengombinasikan berbagai instrumen dengan tingkat resiko yang cukup rendah.
  2. Reksadana saham
    Selain reksadana campuran ada pula reksadana saham. Reksadana saham merupakan reksadana yang memberikan keuntungan yang paling besar diantara jenis reksadana lainnya. Namun, juga memiliki tingkat resiko yang paling tinggi. Di dalam reksadana saham, manajer investasi hanya mampu menempatkan pada satu instrumen saja sehingga seorang manajer investasi harus benar-benar mempertimbangkan instrumen apa yang paling menguntungkan.
    Reksadana saham ini sangat cocok untuk digunakan dalam jangka panjang minimal 5 tahun dan beresiko merugi jika dipilih untuk jangka waktu pendek. Pada dasarnya tingginya resiko pada reksadana saham terletak pada fluktuasinya. Hal ini dikarenakan tingkat harga sajam yang tetap positif di kala jangka panjang dan begitu juga sebaliknya. Sehingga perlu dilakukan sebuah evaluasi reksadana saham dalam jangka waktu yang panjang.
  3. Reksadana pendapatan tetap
    Berbeda dari yang lainnya, reksadana pendapatan tetap lebih bertujuan untuk memberikan pengembalian yang menarik dengan sedikit diberi penekanan agar modal tetap stabil. Kinerja dari reksadana pendapatan tetap pun sangat mengacu pada suku bunga Bank Indonesia serta umumnya menggunakan instrumen berupa obligasi. Tingkat resiko reksadana pendapatan tetap setingkat di bawah reksadana campuran. Itu artinya reksadana pendapatan tetap memiliki tingkat resiko yang lumayan rendah.
  4. Reksadana pasar uang
    Inilah reksadana dengan tingkat resiko yang paling rendah namun, memberikan keuntungan reksadana yang paling rendah pula diantara lainnya. Meski begitu reksadana pasar uang dinilai lebih aman dibandingkan yang lain apalagi jika dipilih untuk jangka waktu yang pendek.
    Memilih reksadana memang tidak bisa sembarangan harus benar-benar mempertimbangkan beberapa faktor tak terkecuali dimana Anda membeli reksadana. Salah satu perusahaan fintech P2P Lending yang terpercaya serta terdaftar secara resmi di OJK adalah Amartha. Berinvestasi di Amartha berbeda dengan lainnya karena selain berinvestasi Anda pun turut memberikan kesempatan pada pengusaha mikro untuk mengembangkan bisnisnya. Secara tidak langsung investasi yang Anda tanam memberi dampak positif bagi orang lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *