Mewujudkan insan yang Qur’ani, Amali, dan Saintis sehingga mampu mencetak generasi-generasi Qur’ani, Sebelum melanjutkan artikel 13 Persiapan Masuk ke Pondok Pesantren , Sekedar kami info:

Apabila Anda Mendambakan putra/putri untuk menjadi Tahfidz kunjungi website Pondok Pesantren Tahfidz

Pesantren sebagai lokasi yang umumnya diutamakan untuk orang yang ingin mempelajari dan pelajari pengetahuan agama. Orang yang sempat atau sedang menuntut pengetahuan umumnya dikatakan sebagai santri. Menjadi hal yang biasa dijumpai oleh warga kita, jika saat jadi santri automatis diwajibkan untuk berada didalam asrama dan cuman dibolehkan pulang saat hari liburan.

Oleh karenanya diperlukan sebuah penyiapan yang masak saat kita telah punya niat dan ingin belajar dalam ponpes. Karena, sering dijumpai seorang santri yang berasa tidak kerasan dan tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan pesantren hingga memutuskan untuk keluar atau berpindah sekolah.

Beberapa hal apa yang penting kita persiapkan saat ingin nyantri atau mondok dalam suatu ponpes. Memang tiap ponpes mempunyai ketentuan yang berbeda. Karena pada hakekatnya semua pesantren itu sama, ingin supaya beberapa santrinya dapat belajar pengetahuan agama secara baik.

Penyiapan psikis diperlukan bila ingin masuk ke pesantren. Niat untuk masuk pesantren harus dilempengkan dan dimurnikan, niatkan untuk cari ridho Allah SWT, bukan lantaran yang lain. Karena telah banyak peristiwa, santri keluar pesantren karena tidak kuat dan tidak kerasan di pesantren, karena dahulu dipaksakan oleh orang tuanya untuk masuk pesantren.

Psikis orangtua perlu disiapkan, khususnya ibu yang umumnya berasa berat atau tidak dapat tulus bila ditinggalkan anaknya belajar. Ridhollahi fii ridhoolwaalidaini yang maknanya keridhoan Allah itu bergantung keridhoan orangtua.

Oleh karenanya, untuk orangtua yang berat hati ditinggal oleh anaknya, coba agar semakin tulus dan bersabar supaya pengetahuan agama yang ananda peroleh menjadi faedah dan karunia dunia akhirat. 🙂

Yang paling akhir, coba dikenang kembali bagaimana jalinan ananda dengan keluarga, rekan, dan tetangga. Apa masih tetap ada jalinan yang buruk? Bila masih tetap ada, karena itu coba bersillaturahim untuk membenahi jalinan lebih dulu.

1. Persiapan Fisik

Persiapan fisik berbentuk keadaan badan yang sehat dan mengantisipasi bila pernah mempunyai kisah penyakit yang serius. Ini dapat dilaksanakan dengan mengecek kesehatan ke puskesmas atau rumah sakit dan minta anjuran ke dokter berkaitan keadaan kesehatan kita.

2. Al Quran

Barang ini sebagai barang yang harus dibawa bila ingin belajar dalam pesantren. Kita ke pesantren dengan arah pelajari pengetahuan agama yang mengambil sumber dari Al Quran dan Hadist. Masak sich, kita tidak bawa Al Quran, kan tidak lucu sekali.

Wujud Al Quran beragam jenis, dimulai dari ukuran yang kecil (Al Quran kantong) sampai yang memiliki ukuran besar. Anjuran dari saya, bila ingin ringkas coba untuk bawa Al Quran memiliki ukuran sedang yang ada translate-nya atau bisa juga bawa dua Al Quran yang memiliki ukuran cukup besar dengan terjemahan per kata dan ukuran kecil untuk hafalan Al Quran.

Atau samakan dengan keperluan dan keinginan pesantren masing-masing, karena tipe Al Quran yang digunakan terkadang berlainan. Bukan didalamnya yang lain, tetapi wujud dan tipe Al Quran, seperti Al Quran sudut atau mungkin tidak sudut, Al Quran Indonesia (tulisannya sangat besar) atau Al Quran Madinah, dan sebagainya.

3. Pakaian Muslim atau Jubah

Umumnya semua santri diharuskan bawa baju muslim yang hendak dikenai saat akan lakukan sholat berjemaah di mushola dan saat belajar pelajaran agama dengan beberapa ustadz atau utadzah.

Putra, santri putra umumnya kenakan pakaian muslim, pakaian koko, jubah dan semacamnya. Bawa 4-5 buah pakaian muslim, supaya kurang lebih dapat tukar pakaian tiap dua hari sekali hingga tak perlu sering membersihkan pakaian.

Putri, santri putri umumnya menggunakan pakaian kurung atau berlengan panjang bukan kaos saat belajar dengan ustad atau ustadzah, saat sholat sudah pasti menggunakan mukena yang umum dipakai setiap hari.

4. Sarung

Selanjutnya sarung, tentunya jika tiap santri diwajibkan memakai sarung saat akan sholat berjemaah di mushola. Ini menjadi tradisi istiadat di semua pesantren di Indonesia. Kadang dalam aktivitas setiap hari juga, banyak santri yang cenderung pilih memakai sarung karena lebih dingin rasanya dibanding harus gunakan celana panjang.

Putra, bawa 3-4 buah sarung supaya kurang lebih dapat tukar sarung tiga hari sekali dan karena kerap dipakai setiap hari sebagai tukar dari celana panjang.

Putri, untuk santri putri bawa mukena.

5. Kopiah, Peci, atau Songkok

Kopiah biasa dipakai untuk aktivitas sholat, mengaji, dan aktivitas beribadah yang lain. Kopiah ada juga beragam jenis wujud dan warna. Bila kebingungan untuk pilih tipe kopiah, pilih kopiah yang berupa atau umum disebutkan songkok yang warna hitam polos. Bekasnya, sebagai cadangan dapat bawa peci atau kopiah warna putih polos.

Putra, bawa kopiah sekitar 2-3 buah, sebagai cadangan jika kopiah yang kita pakai hancur, lenyap atau kotor. supaya lebih bervariatif sesuaikan dengan aktivitas yang hendak dilaksanakan.

Putri, santri purtri bawa hijab, untuk kepentingan setiap hari dan aktivitas sah yang lain.

6. Baju Setiap hari

Bawa baju setiap hari seperti kaos, baju dalam, jaket, dan sebagainya.

Putra, bawa kaos sekitar 7-8 buah supaya bisa berubah-ubah tiap hari, bawa serta baju dalam sama sesuai keperluan yang kurang lebih cukup dipakai dalam kurun waktu 1 minggu.

Putri, bawa baju setiap hari seperlunya. Jujur saya tidak tahu apakah yang biasa digunakan santi putri saat di asrama . Maka tanyalah ke yang lebih tahu.

7. Celana Panjang

Umumnya saat keluar asrama santri diharuskan tutup auratnya dengan memakai celana panjang. Saat aktivitas olahraga atau bermain sepak bola juga harus memakai celana pelatihan panjang jangan memakai celana pendek.

Putra, bawa 3-4 buah celana panjang, baik yang dengan bahan dasar kain untuk aktivitas setiap hari dan aktivitas resmi. Bisa juga bawa celana pelatihan untuk aktivitas olahraga. Tidak boleh bawa celana dengan bahan jeans, karena umumnya dilarang dipakai di pondok. Disamping itu nyucinya berat.

Putri, bawa rok panjang, karena umumnya santri putri jangan kenakan celana. Bawa serta celana sebagai dalaman saat menggunakan rok dan umumnya bisa dipakai saat olahraga. Dengan persyaratan celana harus kendur dan tidak ketat.

8. Sandal dan Sepatu

Bawa alas kaki berbentuk sandal dan sepatu. Umumnya sandal dipakai untuk aktivitas setiap hari dimulai dari saat pergi ke mushola, berbelanja ke toko, makan di warung dan lan-lain. Dan sepatu dipakai saat aktivitas resmi dan sekolah.

Putra, bawa sepatu sekolah warna hitam dan sandal japit yang tidak boleh terlampau bagus, karena barang yang ini benar-benar gampang lenyap, walau telah kita berikan nama dan ditempatkan di tempat terselinap sekalinya.

Putri, bawa serta sandal dan sepatu, dan janganlah lupa membawa kaos kaki, karena kaki sebagai aurat wanita jadi jika keluar asrama harus memakai kaos kaki.

9. Peralatan Toiletris

Perlengakapan toiletris atau peralatan mandi, bawa gayung, sabun, shampo, pasta gigi, sikat gigi, sabun muka (opsional), dan handuk 2 biji. Gayung biasa dipakai sebagai tempat perlengkapan mandi, kamu bisa juga memakai sabun cair maupun sabun tangkai sama sesuai keperluanmu. Bila bawa sabun tangkai janganlah lupa membeli tempat sabun.

Putra dan putri, barang yang dibawa hampir serupa keliatannya, karena satu kali lagi saya tidak paham.

10. Peralatan Membersihkan

Bila kamu betul-betul ingin jadi santri karena itu kamu harus berdikari dengan membersihkan bajumu sendiri, hingga kamu harus juga bawa peralatan membersihkan. Peralatan membersihkan terbagi dalam detergent, ember, sikat, hanger dan capitan untuk menjemur, dan pelembut baju (opsional).

Putra dan putri sama.

11. Perlengkapan Belajar

Kamu ke pesantren dengan arah belajar, jadi menjadi kewajiban untuk bawa ala-alat belajar. Seperti di sekolah secara umum, untuk menolong proses belajar mengajarkan diperlukan sebuah buku, buku catat, dan alat catat.

Bawa pensil, bolpoin, penghapus, tipp-ex, kotak pensil, buku catat dan sebagainya. Umumnya dari faksi pondok mewajibkan bawa beberapa buku atau kitab-kitab, oleh karena itu kamu dapat sesuaikan dengan keperluan pondok. Misalnya di pondokmu ada juga pelajaran kaligrafi arab, janganlah lupa bawa spidol khusus yang dipakai untuk menulis kaligrafi.

11. Perlengkapan Tidur

Menurut sepegetahuan saya, tiap pesantren mempunyai sarana yang lain berkaitan tempat tidur. Ada yang cuman disiapkan kamar hingga kita harus bawa kasur sendiri. Ada yang cuman sediakan alas tidur berbentuk alas, karpet, atau sleeping bag. Ada juga yang telah sediakan kasur. Dan ada pula yang sediakan kasur sekalian tempat tidur tidur.

Paling eksklusif, sepengetahuan saya sediakan kamar dengan kemampuan seseorang satu kamar dan dengan kasur spring bed seperti pada hotel. Ini nyantri apa jalanan, hehehe.

Tetapi seyogyanya sebuah pesantren, menuntut santrinya untuk hidup berdikari dan hidup bersahaja, tidak berlebih-lebihan dalam soal tidur dan makan.

Sebagai anjuran, coba tanya lebih dulu pada pihak pesantren. Jika di SMPIT Abu Bakar dan SMA Hidayatullah, Surabaya, telah disiapkan kasur dan ranjang susun . Maka saya harus bawa perlengkapan tidur seperti sprei, bantal dan selimut.

12. Peralatan Makan dan Minum

Jika perlengkapan yang ini disamakan dengan lingkungan pesantren. Saya saat nyantri di SMPIT Abu Bakar, diminta bawa sendok, gelas dan piring. Tetapi saat nyantri di SMA Hidayatullah, Surabaya, cuman diminta bawa gelas untuk minum, karena makanan disiapkan dalam tepak hingga lebih ringkas.

13. Dikasih Nama Supaya Tidak Lenyap dan Terganti

Yang paling akhir dan yang terpenting, harus diingat jika di asrama itu bergabung beberapa orang dari beragam wilayah dengan beragam jenis personalitas. Sebagai usaha untuk jaga beberapa barang milik kita, tandai atau berikan nama semua beberapa barang yang kita punyai supaya tidak terganti dan lenyap.

By Drajad