Flexing: Hoby Ekspos Kekayaan

Pernah kah kalian berjumpa orang yang menyukai memperlihatkan atau membesarkan hati suatu hal seperti kekayaan atau prestasi? Ada istilah untuk orang yang semacam itu loh. Iya, Flexing ialah panggilan untuk orang yang suka ekspos.

Flexing: Hoby Ekspos Kekayaan

Di media sosial juga beberapa orang yang lakukan flexing. Apa sich yang diartikan flexing dan kenapa mereka lakukan hal itu? Baca keterangan di bawah ini.

Table of Contents

– Apakah itu Flexing?
– Hoby Ekspos Buat Sulit Punyai Rekan
– Argumen Dibalik Orang Flexing
– Panduan Hadapi Orang Flexing
– 1. Ketahui mereka. Betulan flexing atau share?
– 2. Menukar Topik Perbincangan
– 3. Tidak boleh Membuat malu Di Depan Umum
– 4. Meninggalkan mereka

Apakah itu Flexing?

Flexing ialah kata terkenal atau slang yang mengarah pada sikap ekspos suatu hal.sebuah hal. Kata ini benar-benar pas untuk orang yang berlebihan memperlihatkan mengenai dianya. Misalkan, selalu mengupload content tiap beli barang baru, menceritakan di media sosial mengenai prestasi dan raihannya atau membagi photo berlibur dengan jumlah yang banyak dan frekwensi yang kerap.

Media sosial sebagai tempat untuk beragam video atau foto hingga banyak beberapa orang yang ekspos harta dan pengalaman di media sosial. Mereka dapat membagi ke beberapa ratus, beberapa ribu atau bahkan juga juta-an orang. Apa yang diperlihatkan di media sosial benar-benar terbatas hingga mereka dapat atur video atau foto supaya kelihatan prima.

Sikap flexing dikuasai oleh beberapa intensi. Mereka ingin memperlihatkan ke dunia pada sesuatu yang mereka punyai. Disamping itu, mereka berasa iri sama orang lain hingga dia lakukan hal sama. Paling akhir, beberapa orang yang memerlukan perhatian dan validasi.

Hoby Ekspos Buat Sulit Punyai Rekan

Flexing dapat terjadi dari beragam kelompok. Dimulai dari warga biasa sampai aktris kelas atas. Seperti yang umum disaksikan di beberapa media, sebagian besar kelompok aktris memakai mobil mahal, tas branded atau baju dari pendesain.

Makin mahal barang yang dipunyai memperlihatkan status sosial yang tinggi. Jika orang sanggup beli barang eksklusif makan dipandang orang kaya. Oleh karena itu, makin bertambah pendapatan karena itu makin tinggi status sosial.

Realitanya, berlebihan bercerita mengenai uang, kedahsyatan dan prestasi rupanya punya pengaruh pada rekanan sosial. Riset yang sudah dilakukan Garcia, Weaver, dan Chen, (2018) mendapati jika 66% orang condong pilih mobil eksklusif. Tetapi, banyak orang pilih bersahabat sama orang bermobil murah.

Ada banyak orang yang dengan menyengaja memakai barang eksklusif supaya gampang masuk ke sebuah persahabatan. Intensi itu tidak menolong kalian untuk mempunyai rekan. Persahabatan tercipta secara suka-rela dan ikhlas. Selain itu, persahabatan akan tercipta bila ada “click” antara keduanya yang mana ini tidak dapat mengada-ada.

Jumlah kekayaan akan memperlihatkan status sosial. Tetapi bila dengan menyengaja bercerita harta ke seseorang maka membuat seseorang berasa tahan dan terusik. Walau sebenarnya banyak orang yang kaya atau bahkan juga masuk ke urutan orang paling kaya sedunia tetapi kenakan pakaian simpel.

Argumen Dibalik Orang Flexing

Sikap flexing dapat diterangkan dengan teori Individu Psychology punya Alfred Adler (Feist dan Feist, 2010). Dalam teorinya, manusia terpacu jadi individu yang sukses karena dampak sosial. Maknanya, motivasi ada Saat menyaksikan figur yang dipandang sukses.

Adler yakini jika semuanya orang mempunyai kemauan dasar menjadi sisi dalam barisan. Jika seorang belum berasa semacam itu, dia mengalami inferior. Ada kecondongan orang akan memperlihatkan sedang ke arah keberhasilan atau perkasa.

Teori Alfred Adler juga dapat disaksikan disekitaran kita. Ada selebritis yang usaha tampil eksklusif supaya bisa diterima dalam sebuah barisan. Ada seorang yang membuat narasi seakan-akan dianya “wah” walau sebenarnya hal itu untuk tutupi rasa inferior.

Hati inferioritas ada karena ada pengalaman malu-maluin, tidak sempurnanya dan hati kurang saat bertemu sama orang lain . Maka dapat disebutkan jika flexing ialah self defense mechanism.

Panduan Hadapi Orang Flexing

Secara umum orang yang flexing tidak mengetahui jika dianya sedang flexing. Hal itu di luar kontrol, sehingga kita tidak dapat mengganti sikap mereka. Tetapi, kita bisa mengatur sikap kita bila bertemu sama orang ekspos. Berikut sejumlah panduan yang dapat kamu kerjakan:

1. Ketahui mereka. Betulan flexing atau share?

Pertama kalinya berjumpa seorang, tidak dapat menyaksikan apa ia sekedar hanya menceritakan atau punya niat ekspos. Tetapi, bila tiap berjumpa selalu menceritakan mengenai dirinya karena itu menjadi tanda-tanda orang itu sedang flexing. Dan seorang yang share cuman menceritakan Beberapa dan tidak setiap waktu bercerita harta dan prestasinya.

2. Menukar Topik Perbincangan

Mengganti topik pembahasaan dapat menjadi satu diantara langkah hadapi orang flexing. Ubahlah topik dengan ulasan yang memikat seperti beberapa hal yang viral. Kalian dapat mengganti topik perbincangan di ketika berada interval.

3. Tidak boleh Membuat malu Di Depan Umum

Kemungkinan kalian berasa emosi dengar orang ekspos dan lumrah bila berasa emosi. Tetapi kalian tidak memiliki hak untuk membuat malu di muka umum.

4. Meninggalkan mereka

Panduan termudah yakni meninggalkan mereka. Dengarkan orang secara terus-terusan tentu menjemukan dan menjengkelkan. Bila kalian tidak ada peluang untuk mengatur topik perbincangan, kalian dapat memutuskan untuk keluar pembicaraan. Jika di media sosial menyaksikan orang flexing, kalian dapat memakai feature mute.

Begitu ulasan mengenai flexing. Sebuah istilah populer yang belakangan ini kerap disebutkan.

 

kunjungi juga hipnoterapi terpercaya jogja