Kepribadian dan Kerjasama Tim

Kepribadian dan Kerjasama Tim

Pengertian Kepribadian

Kepribadian sering didefinisikan sebagai kombinasi dari semua cara di mana individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain, atau kadang-kadang didefinisikan sebagai organisasi internal dari proses psikologis dan kecenderungan perilaku seseorang (Muchlas, 2005: 84). Dengan demikian, kepribadian merupakan seperangkat citra diri yang terintegrasi dan seperangkat total kekuatan intra-psikis yang membuat seseorang dengan perilaku tertentu menjadi unik.

Menurut Stephen dan Timothy (2008: 127), kepribadian juga merupakan organisasi dinamis dalam sistem psikofisiologis individu yang menentukan bagaimana ia beradaptasi secara unik dengan lingkungan, atau dengan kata lain, kepribadian adalah cara umum seseorang merespons. dan berinteraksi dengan orang lain.

 

Penentu Kepribadian

Kepribadian seseorang diciptakan oleh warisan, lingkungan dan situasi (Stephen dan Timothy, 2008: 127), meliputi:

1). Faktor warisan
Faktor keturunan ditransmisikan oleh ‘gen’ yang terletak di kromosom yang menentukan atau membentuk keseimbangan hormonal, bentuk fisik dan kepribadian. Kepribadian tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor keturunan, dan faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi bentuk kepribadian seseorang.

2). Faktor lingkungan
Faktor lingkungan yang dapat menempatkan kepribadian seseorang di bawah tekanan adalah budaya masyarakat di mana seseorang dibesarkan, norma-norma keluarga, teman dan kelompok sosial dan pengaruh lain yang kita alami. Kebudayaan akan membentuk norma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan berlangsung terus menerus.

3). Kondisi situasional
Kondisi situasional dapat mempengaruhi pengaruh faktor warisan dan lingkungan terhadap kepribadian. Kepribadian seseorang dapat berubah dalam situasi yang berbeda, meskipun relatif stabil dan konsisten. Persyaratan yang berbeda dalam situasi yang berbeda dapat menyebabkan reaksi dan aspek kepribadian yang berbeda. Oleh karena itu, lebih baik untuk tidak melihat ciri-ciri kepribadian secara terpisah, tetapi juga untuk mengetahui bahwa situasi tertentu lebih relevan daripada situasi lain untuk mempengaruhi kepribadian sehingga perbedaan individu yang signifikan menjadi terlihat.

 

Sifat Kepribadian

Ciri-ciri kepribadian adalah ciri-ciri yang sering muncul dan menggambarkan perilaku seseorang. Ada 5 (lima) faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang atau model Big Five, antara lain: (Stephen dan Timothy, 2008:131)

1). Ekstraversi (ekstraversi)
Dimensi ini menunjukkan seberapa nyaman seseorang dalam berhubungan dengan individu lain. Orang dengan extraversion cenderung hidup berkelompok, tegas dan mudah bersosialisasi. Di sisi lain, introvert cenderung menyendiri, pemalu, dan tenang.

2). Komunikasi yang mudah atau persetujuan sederhana (kompatibilitas)
Dimensi ini berkaitan dengan kecenderungan individu untuk menuruti individu lain. Orang yang sangat menyenangkan adalah orang yang suka bekerja sama, ramah dan saling percaya. Sementara itu, mereka yang tidak setuju dengan mudah cenderung bersikap dingin, tidak ramah, dan menuntut.

3). kehati-hatian
Dimensi ini adalah ukuran kepercayaan. Banyak orang yang teliti adalah orang yang bertanggung jawab, terorganisir, dapat dipercaya, dan gigih. Sebaliknya, mereka yang memiliki kesadaran rendah cenderung mudah bingung, tidak teratur, dan tidak dapat diandalkan.

4). Stabilitas emosi (stabilitas emosi)
Dimensi kepribadian yang seseorang klasifikasikan sebagai tenang, percaya diri memiliki sikap yang tetap (positif). Dimensi ini mengevaluasi kemampuan seseorang untuk menahan stres. Sedangkan orang dengan kestabilan emosi negatif cenderung mudah gugup, khawatir, depresi dan goyah.

5). Terbuka terhadap hal-hal baru (keterbukaan terhadap pengalaman)
Dimensi ini merupakan dimensi terakhir yang dikelompokan individu menurut bidang minatnya dan keterikatannya pada hal-hal baru. Orang yang sangat terbuka cenderung kreatif, ingin tahu dan sensitif terhadap hal-hal artistik. Di sisi lain, mereka yang tidak terbuka cenderung memiliki karakter konvensional dan nyaman dengan hal-hal yang sudah ada.

 

Pengertian Kerjasama Tim

Teamwork atau tim kerja adalah kelompok yang upaya individunya lebih baik daripada jumlah masukan individu (Stephen dan Timothy, 2008: 406). Tim kerja menghasilkan sinergi positif melalui upaya terkoordinasi. Artinya kinerja tim lebih baik daripada kinerja individu dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Menurut Allen (2004:21), pekerja tim atau tim kerja sekarang adalah orang-orang yang sporty, sensitif, dan mudah bergaul serta dapat dengan sangat jelas mengenali emosi yang terpendam dalam tim. Tim kerja menghasilkan sinergi positif melalui upaya terkoordinasi. Upaya individu Anda menghasilkan tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada jumlah input individu. Penggunaan tim secara ekstensif berpotensi bagi organisasi untuk mencapai hasil yang jauh lebih baik tanpa meningkatkan masukan. Kinerja tim lebih baik daripada kinerja individu ketika tugas yang akan dilakukan membutuhkan banyak keterampilan.

Tim (team) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua (dua) orang atau lebih yang berinteraksi dan mengkoordinasikan pekerjaannya untuk melakukan suatu tugas tertentu (Daft, 2003: 171).

 

Jenis – Jenis Kerjasama Tim

Jenis kerjasama tim terdiri dari 6 (enam) bagian, antara lain: (Daft,

2003: 171)

1.) Rentang formal
Tim formal adalah tim yang dibentuk oleh organisasi sebagai bagian dari struktur organisasi formal.

2.) Rentang vertikal
Tim vertikal adalah tim formal yang terdiri dari seorang manajer dan beberapa bawahan dalam rantai organisasi formal

3.) Rentang horizontal
Tim horizontal adalah tim formal yang terdiri dari beberapa karyawan dengan tingkat hierarki yang hampir sama tetapi bidang keahlian yang berbeda.

4.) Tim dengan tugas khusus
Gugus tugas khusus adalah tim yang dibentuk di luar organisasi formal untuk mengerjakan proyek dengan minat atau kreativitas tertentu.

5.) Tim independen
Tim Mandiri adalah tim yang terdiri dari 5 hingga 20 karyawan dengan keterampilan berbeda yang mengalami perubahan pekerjaan. Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarIlmu.Com