Keunggulan dan Kekurangan HP Xiaomi yang Jarang Orang Tau

Jika ada yang bertanya mengapa Xiaomi terkenal? Jawaban mudahnya adalah ponsel Xiaomi memiliki nilai harga yang seimbang dengan spesifikasi yang diberikan. Xiaomi juga dikenal sebagai distributor smartphone terbesar ketiga di dunia

Alasan lainnya adalah ponsel ini memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan produk dari penjual lain. Namun Xiaomi juga bukan tanpa kekurangan. Perusahaan teknologi yang tergolong berkembang pesat memiliki kelebihan dan kekurangan.

Carisignal akan memaparkan kelebihan dan kekurangan HP Xiaomi. Langsung saja simak poin-poin pembahasan berikut diawali dengan fitur atau kelebihan ponsel Xiaomi berikut ini.

Kekurangan ponsel Xiaomi

Tentu saja, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu juga dengan ponsel besutan Xiaomi. Meski memiliki banyak kelebihan atau kelebihan, namun ponsel yang diproduksi oleh Xiaomi memiliki beberapa kekurangan. Cacat tersebut adalah sebagai berikut.

Pemisahan merek masih belum cukup kuat

Xiaomi memiliki banyak lini produk, bahkan beragam. Hal ini kemudian menyebabkan lahirnya sub-merek baru Xiaomi. Xiaomi membuat keputusan untuk memiliki merek sendiri pada tahun 2018. Hal ini dilakukan untuk memenuhi pasar yang berkembang

Bisa dikatakan merk Xiaomi ada 3 Plus 1. Merknya adalah Redmi, POCO dan Xiaomi sendiri. Sedangkan penambahan yang berarti hiu hitam.

Redmi awalnya merupakan seri ponsel Xiaomi untuk kategori harga murah. Namun, Xiaomi memutuskan untuk menjadikan Redmi sebagai merek sendiri meski masih di bawah pengawasan Xiaomi.

Yang kedua adalah POCO. POCO adalah merek yang fokus pada ponsel dengan performa bagus namun dengan harga lebih murah.

Lalu ada Xiaomi sendiri yang fokus pada seri Mi. Seri Mi ini merupakan seri ponsel yang menawarkan fitur premium dan menyasar segmen ponsel kelas atas.

Selain Redmi dan POCO, ada juga yang disebut Black Shark. Black Shark adalah merek tersendiri, dalam arti tidak disponsori oleh Xiaomi. Namun, Black Shark selalu identik dengan Xiaomi. Ini karena Xiaomi telah berinvestasi di Black Shark. Black Shark lebih fokus pada produk HP untuk gaming.

Pemisahan merek ini inovatif dan memungkinkan pengguna memiliki banyak pilihan. Namun, pemisahan merek ini juga bisa membingungkan. Sebab, tak jarang kedua merek ini harus bersaing di kategori harga yang sama.

Misalnya, untuk pasar Indonesia, Xiaomi berbendera Redmi Note 10 Pro. Di bawah logo POCO adalah POCO X3 Pro. Ada juga Xiaomi Mi 11 Lite di bawah logo seri Xiaomi Mi. Ketiga ponsel tersebut dijual di Indonesia dengan harga Rp 3 jutaan, bahkan selisih harganya tidak terlalu jauh.

Dapat dimengerti apakah pemisahan merek ini menjadi fokus berkelanjutan dari pengguna untuk membeli Xiaomi.

Sayangnya, di Indonesia sendiri, pemisahan antara masing-masing merek masih belum cukup kuat. Pasalnya, semua merek tersebut masih dikelola di bawah bendera yang sama, setidaknya untuk Indonesia.

Kisah Hiu Hitam lainnya. Meskipun orang juga mengenal Black Shark karena berita bahwa Xiaomi telah berinvestasi dalam merek tersebut.

Jika Xiaomi ingin meniru BBK Electronics (induk perusahaan OPPO, vivo, realme) dengan merek ponsel yang berbeda, bisa dibilang divisi tersebut masih belum cukup kuat.

Meski masih ada satu induk di tengah, OPPO, vivo, dan realme dijalankan dengan tim pemasaran yang berbeda dan tidak saling memiliki, setidaknya untuk pasar Indonesia. Bahkan, tidak menutup kemungkinan untuk dipasarkan di negara lain.

Jangan berharap terlalu banyak pembaruan Android

Satu hal yang pasti, Xiaomi jarang memberikan update software Android di ponselnya, terutama untuk seri mid-range dan terjangkau.

Jika ponsel Xiaomi saat Anda membeli Android 10, jangan berharap untuk mendapatkan pembaruan ke Android 11. Untungnya, MIUI biasanya dapat diperbarui ke satu atau dua versi.

Jual cepat dan hype yang mempengaruhi harga jual

Ponsel Xiaomi selalu dijual di Indonesia dengan harga yang menarik untuk spesifikasi yang ditawarkan. Selain itu, mereka sering menawarkan harga flash sale atau harga perkenalan saat HP pertama kali dirilis.

Strategi Xiaomi ini telah bekerja dengan baik untuk waktu yang lama. Mereka yang mengedepankan metode pemasaran lapar atau marketing yang masih membangkitkan rasa penasaran masyarakat tentang bagaimana cara menjual flash sale dalam jumlah terbatas.

Namun, pemasaran lapar tidak banyak digunakan lagi. Pasalnya, stok ponsel Xiaomi belakangan ini sangat banyak. Namun karena permintaan yang tinggi, flash sale Xiaomi selalu laris manis. Apalagi ada yang “tidak bermoral”: mereka yang memanfaatkan hal ini karena kehadiran ponsel Xiaomi cukup menghebohkan.

Orang tersebut membeli ponsel dari Xiaomi dengan harga flash sale kemudian menjualnya dengan harga 300 hingga 400 ribu lebih murah. Misalnya, ada ponsel Xiaomi yang dijual dengan harga kilat Rp 1.999.000.

Anda pengguna Xiaomi? sudahkan anda tau cara mengetahui ID akun MI? simak artikelnya.

Fitur ponsel Xiaomi

Mari kita pelajari dulu tentang kelebihan ponsel Xiaomi dan apa yang membuat ponsel Xiaomi menarik di mata konsumen.

MIUI

Xiaomi tidak hanya terkenal dengan ponselnya, tetapi juga antarmuka MIUI-nya. Bagi yang belum tahu, MIUI merupakan firmware yang bisa dibilang sebagai sistem operasi Android.

MIUI ini dikembangkan oleh Xiaomi yang pada awalnya dikembangkan (MIUI V1) berdasarkan sumber Android 2.2.X Froyo dan CyanogenMod 6.

Sebelum Xiaomi terkenal dengan produknya, MIUI lebih dikenal dulu. Banyak penggemar menyukai antarmuka MIUI sehingga komunitas MIUI juga berkembang pesat.

Apalagi ketika MIUI menjadi “sistem operasi” yang hadir di smartphone besutan Xiaomi, banyak yang menyukainya, termasuk orang yang belum familiar dengan MIUI.

MIUI memiliki fitur dan tampilan yang menarik. Fitur-fitur ini menawarkan lebih dari sekadar mengandalkan platform Android bawaan. Fitur inilah yang membuat banyak orang menyukai ponsel Xiaomi karena MIUI.

Penggemar mi dan dukungan komunitas yang kuat

Harga ponsel Xiaomi yang cenderung murah akhirnya membuat banyak orang penasaran dan akhirnya jatuh hati pada penjual asal China ini. Perkembangan banyak pengguna juga menyebabkan munculnya komunitas yang kuat (Mi Fans).

Memiliki komunitas yang kuat ini juga merupakan salah satu strategi pemasaran Xiaomi. Xiaomi lebih memanjakan masyarakat daripada pemasaran di berbagai media.

Komunitas yang semakin kuat dimanjakan karena sering mengikuti acara peluncuran produk Xiaomi. Tak jarang Xiaomi meluncurkan produk terbarunya di Indonesia dengan melibatkan Mi Fans. Mi Fans semakin kuat karena di setiap daerah juga terdapat komunitas Mi Fans versi lokal.

Komunitas yang kuat ini juga yang membuat ponsel Xiaomi semakin populer. Dalam perkembangan selanjutnya, komunitas ini menjadi bagian penting dari Xiaomi dalam meraih pangsa pasar yang lebih luas.

Tak heran jika Xiaomi melakukan pemasaran besar-besaran dengan cara lain, misalnya dengan menunjuk brand ambassador JKT48.

Harga murah

Hampir semua ponsel dari Xiaomi ditawarkan dengan harga menarik. Atau bisa dibilang harganya lebih murah dibandingkan ponsel dengan spesifikasi yang sama dari merek lain.

Misalnya saja Redmi Note 10 Pro yang menggunakan chipset Snapdragon 720G yang ditawarkan dengan harga Rp3 jutaan. Meski ponsel merek lain dengan chipset yang sama dibanderol dengan harga Rp 4 juta atau Rp 5 juta, masih ada lagi.

Dengan spesifikasi yang kurang lebih serupa, penjual lain akan menjual dengan harga lebih tinggi. Xiaomi melakukan ini karena Xiaomi tidak mendapatkan keuntungan yang tinggi dari penjualan ponselnya.

Pada 2018, Xiaomi Global mengonfirmasi bahwa mereka hanya mendapat untung 5 persen. Sementara itu, dari laporan Gizmo China, Lei Jun, pendiri Xiaomi, mengatakan Xiaomi memiliki margin laba kotor hanya 8 hingga 9 persen, membuat perangkat perusahaan hemat biaya.

Untuk itu, ponsel Xiaomi umumnya memiliki point of sale yang lebih murah dibandingkan ponsel merek lain.

Terus bawa inovasi

Xiaomi yang banyak melakukan gebrakan dalam perkembangan dunia teknologi membuat perusahaan ini sangat angkuh dan membicarakannya. Maka tak heran jika Xiaomi masuk sebagai salah satu perusahaan paling inovatif di tahun 2016 (peringkat 35).

Xiaomi mampu mengungguli perusahaan besar seperti Dell, Honda, Intel dan Huawei. Karena diakui sebagai perusahaan paling inovatif, bisa dikatakan produk-produk dari Xiaomi (khususnya smartphone besutan Xiaomi) memiliki nilai lebih.

Pengakuan Xiaomi sebagai salah satu perusahaan paling inovatif menjadi alasan lain ketenaran Xiaomi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Inovatif bukan hanya karena cara menjualnya tetapi juga karena hal-hal lain yang telah berkembang jauh.

Contohnya adalah produk HP Xiaomi memiliki desain yang membosankan dan sama untuk setiap seri, dari yang termurah hingga yang tertinggi. Baru-baru ini, desain setiap ponsel menjadi lebih inovatif dan berbeda.

Beberapa inovasi juga diterapkan oleh Xiaomi Indonesia. Jika dulu mengandalkan penjualan online, kini Xiaomi Indonesia juga fokus pada penjualan offline. Mereka juga memiliki Mi Store dan Mi Store yang tersebar di seluruh Indonesia.