Penempatan Sistem Sprinkler Serta Jenis Sistem Fire Sprinkler

Penempatan proses sprinkler yang benar sebabkan aliran air dalam jaringan instalasi terjadi dengan baik, pancaran air dari pipa akan maksimal dalam menangani terjadinya kebakaran. Terdapat 2 style head sprinkler yakni sprinkler pendent yang biasa dipasang dalam ruangan dan upright sprinkler yang biasa dipasang di basement ataupun diatas plafon. Kedua style head sprinkler ini memiliki faedah yang serupa yakni sebagai output pengeluaran air.

Penempatan sprinkler yang benar cocok dengan Standar NFPA pada lain dengan sesuaikan jarak tempat yang diproteksi. Dalam beberapa persoalan tempat yang mampu dilindungi sprinkler jangan hingga melebihi 21m² , kala jarak sprinkler ke dinding minimal 4 inch, dan jarak antar sprinkler yang diukur dari pusat sprinkler tidak boleh kurang dari 1.8m.

 

Jenis Sistem Fire Sprinkler

1. Wet Pipe System

Wet pipe system menyambungkan air segera dengan jet sprinkler, proses pemadam api sprinkler style ini yang biasa digunakan. Jika proses ini mendeteksi ada pergantian suhu jadi panas atau asap, maka alat ini akan dengan otomatis mengeluarkan air yang tersambung dengan jet sprinkler.

 

2. Dry Pipe System

Dry pipe system memiliki cara kerja yang serupa dengan wet pipe system yakni mendeteksi ada suhu panas. Namun, andaikan terhadap wet pipe system menyambungkan air dengan jet sprinkler. Pada Dry pipe Flow Meter Air Limbah system ini terdapat nitrogen dalam sprinkler.

 

3. Deluge System

Berbeda dengan proses sebelumnya, terhadap deluge system kepala terhadap sprinkler terbuka dan proses ini akan disambungkan ke proses perpipaan yang akan dihubungkan segera ke sumber air memanfaatkan valve.

Valve akan disambungkan dengan proses deteksi dan sebabkan valve terbuka. Sistem deteksi ini diletakan dimana sprinkler tersimpan, saat valve udah terbuka maka secara otomatis air akan mengalir ke proses perpipaan.

 

4. Pre-action System

Cara kerja terhadap proses ini adalah dengan memanfaatkan proses otomatis yang dimana akan disambungkan ke proses yang didalamnya terdapat udara balik yang bertekanan maupun yang tidak bertekanan.

 

5. Combiner Dry System℃

Pada proses ini, memiliki proses dimana seluruh pipa terdapat udara yang memiliki tekanan. Saat alat mendeteksi ada api atau suhu panas, maka air dan udara yang muncul dari valve akan dikontrol oleh proses ini. Air sejalan dengan udara yang muncul ini akan sebabkan proses penuh terisi dengan air. Cara kerja ini hasil dari perpaduan kinerja dry pipe system dan wet pipe system.