Pengertian, Strategi dan Filosofi Bulu Tangkis Menurut Para Ahli

Pengertian, Strategi dan Filosofi Bulu Tangkis Menurut Para Ahli

Pengertian Bulu Tangkis Menurut Para Ahli

Bulutangkis adalah salah satu olahraga paling terkenal di dunia.
(Tony Grace, 1996: 1) Bulutangkis adalah olahraga yang dimainkan dengan jaring, raket, dan bola dengan teknik memukul mulai dari yang relatif lambat hingga sangat cepat, disertai dengan gerakan menipu.

Menurut Herman Subardjah (2001:13), bulu tangkis adalah permainan individu yang dapat dimainkan oleh satu orang melawan satu orang atau dua orang melawan dua orang. Permainan ini menggunakan raket sebagai raket dan kok sebagai objek pukulan, lapangan permainan berbentuk persegi empat dan dibatasi oleh jaring untuk memisahkan permukaan bermain itu sendiri dan permukaan bermain lawan. Tujuan permainan bulutangkis adalah menjatuhkan bulutangkis dan mencegah lawan memukul bulutangkis dan menjatuhkannya ke tempat bermainnya sendiri. Selama permainan, setiap pemain harus berusaha untuk tidak menyentuh tanah di area bermainnya sendiri. Jika jatuh atau jatuh di net, permainan dihentikan.

Amat Komari (2008:69) menyatakan bahwa bulu tangkis memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh cabang olahraga lainnya. Keunikan tersebut antara lain: (1) Alat yang digunakan sangat ringan (2) Nuansa penggunaan tenaga paling lengkap (3) Mampu membunuh lawan dengan tenaga hampir nol (4) Memenuhi kebutuhan update diri (5) Membiarkan keterampilan gerak bulutangkis mudah dipindahkan ke industri olahraga lainnya (6) filosofi hidup (7) nilai kebugaran jasmani (8) nilai bisnis yang tinggi.

Bulu tangkis merupakan permainan yang membutuhkan keterampilan fisik, keterampilan teknis, taktik, dan strategi bersaing yang baik. Tujuan permainan ini adalah untuk mengumpulkan poin dan mencegah lawan mengumpulkan poin.

 

Strategi Bulu tangkis

Keterampilan seorang pemain sangat dipengaruhi oleh penguasaan fisik, teknik, taktik dan strategi, yaitu:

1) Fisik
Muhajir (2006: 24) mempromosikan kinerja fisik yang baik dan pencapaian keterampilan gerak dalam bulu tangkis. Bentuk permainan mengutamakan pukulan reli berdasarkan daya tahan dan daya tahan pemain. Pertahanan selalu fokus pada pertahanan terhadap serangan lawan, karena membutuhkan tubuh dan daya tahan yang kuat, serta kemauan yang panjang untuk menyerah mengejar bulu tangkis.

2) teknologi
Muhajir (2004:102) menyatakan bahwa pola yang disukai adalah menyelidiki dan mengulangi teknik memukul dan melakukan trik. Triknya menyesatkan penafsiran lawan, seperti memukul ke depan, tetapi pelaksanaannya ditekuk sehingga bulu tangkis menunjuk ke belakang lapangan lawan.

3) taktik
Taktik Arma Abdoellah (1981: 208) yang mungkin akan digunakan sebagian besar pemain adalah:

  • Anda harus bersedia mengubah cara Anda bermain jika Anda melewatkan satu poin.
  • Jangan mengubah cara Anda bermain jika Anda menang.
  • Kembangkan naluri membunuh dan kalahkan lawan secepat mungkin.
  • Hindari permainan lawan.
  • Percaya pada kemampuan fisik Anda sendiri.
  • Mengembangkan kemampuan berkonsentrasi dan selalu berpikir kompetitif.

4) strategi dasar
Arma Abdoellah (1981: 208) Strategi dasarnya adalah memaksa lawan maju mundur mengejar bulutangkis sampai lawan melakukan tembakan lemah atau melakukan kesalahan dan mengembalikannya sekaligus untuk mendapatkan skor. Dalam permainan selalu ada perubahan antara menyerang dan bertahan. Serangan adalah pukulan yang diarahkan seperti pukulan ke tanah atau ke bawah. Tembakan defensif adalah tembakan yang ditujukan pada lawan yang menyerang, mis. B. pujian tinggi, premi tinggi.

Pada awal permainan bulu tangkis, pemain harus menentukan jenis permainan yang akan dimainkan. Apakah jenis permainan menyerang, bertahan atau kombinasi.

Filosofi Bulu Tangkis

Bulutangkis (badminton) umumnya termasuk dalam kategori olahraga permainan. Namun seiring berjalannya waktu, bulu tangkis tidak hanya berkembang menjadi permainan di lapangan, tetapi bagi banyak orang bulu tangkis merupakan olahraga yang mengajarkan makna filosofis yang berbeda-beda.

Secara  individual,  permainan  bulutangkis  mengajarkan  kita  menguasai
diri di lapangan. Sedangkan saat bermain ganda, pemain belajar bagaimana bekerja  sama  dan  berkomunikasi  dengan  mitranya.  Mencoba  untuk  saling menutupi  kelemahan  mitra,  saling  melindungi,  saling  memberi  semangat, saling  pengertian  dan  saling  memberi  motivasi  &  apresiasi.  Itulah  sedikit filosofi   yang   banyak   bermanfaat   di   tempat   kerja   dan   kehidupan. Sumber Rangkuman Terlengkap : KelasPJOK.Com