Pengembangan Aplikasi Basis Data adalah proses mendapatkan kebutuhan dunia nyata, menganalisis kebutuhan, merancang data dan fungsi sistem dan kemudian mengimplementasikan operasi dalam sistem.

langkah pertama adalah Pengumpulan dan Analisis Kebutuhan. Selama langkah ini, perancang basis data harus mewawancarai pelanggan (pengguna basis data) untuk memahami sistem yang akan dibangun, memperoleh dan mendokumentasikan data dan persyaratan fungsional. Hasil dari langkah ini adalah dokumen yang berisi detail kebutuhan pengguna.

Pemodelan Data adalah langkah selanjutnya dalam proses. Langkah ini terkadang dianggap sebagai fase desain tingkat tinggi dan abstrak (desain konseptual). Tujuan dari fase ini adalah:

  • Menjelaskan data apa saja yang terdapat dalam database (Misalnya entitas: mahasiswa, dosen, mata kuliah, mata kuliah dll)
  • Menjelaskan hubungan antar item data (Misalnya Mahasiswa dibimbing oleh Dosen; Dosen mengajar Mata Kuliah)
  • Menjelaskan batasan pada data (Misalnya Nomor Siswa memiliki 8 digit tepat; Mata pelajaran hanya memiliki 4 atau 6 satuan SKS)

Item data, hubungan dan kendala semuanya diekspresikan menggunakan konsep yang disediakan oleh model data tingkat tinggi. Karena konsep tersebut tidak menyertakan detail implementasi maka hasil dari proses pemodelan data merupakan representasi (semi) formal dari struktur database. Hasil ini cukup mudah dipahami sehingga digunakan sebagai acuan untuk memastikan semua kebutuhan pengguna terpenuhi.

Langkah ketiga adalah Desain ERD. Selama langkah ini, kita mungkin memiliki dua sub-langkah yang disebut Database Logical Design yang mendefinisikan database dalam model data DBMS tertentu dan Database Physical Design yang mendefinisikan struktur penyimpanan database internal, organisasi file atau teknik pengindeksan. Dua langkah terakhir yang ditampilkan adalah Implementasi Basis Data dan Pembangunan Operasi/Antarmuka, fokus pada pembuatan instance skema dan implementasi operasi dan antarmuka pengguna.

Dalam fase desain database, data direpresentasikan menggunakan model data tertentu. Model Data adalah kumpulan konsep konseptual atau notasi untuk menggambarkan data, hubungan data, semantik data, dan batasan data. Sebagian besar model data juga menyertakan satu set operasi dasar untuk memanipulasi data dalam database.

Seperti disebutkan dalam kuliah pertama, model data adalah:

Model konseptual

Basis data dianggap sebagai kumpulan entitas (objek) dari berbagai jenis.

Model ini memberikan kemampuan penataan data yang fleksibel.

Contoh khas dari model ini adalah model hubungan entitas, model berorientasi objek atau model data semantik.

Model logika berbasis rekaman

Basis data dianggap sebagai kumpulan catatan ukuran tetap.

Model-model ini lebih dekat ke tingkat fisik atau struktur file sehingga lebih mudah untuk diterapkan.

Tiga model yang paling terkenal dari jenis ini adalah model data relasional, model data jaringan atau model data hierarkis.

Model fisik

Memberikan konsep yang menjelaskan detail tentang bagaimana data disimpan dalam memori komputer

Untuk memahami lebih lanjut, anda bisa melihat contoh ERD Model Data Entity-Relationship secara lebih rinci.

By arief