Memulai bisnis Anda sendiri untuk pertama kalinya bisa terasa luar biasa, terutama jika Anda tidak tahu seluk beluknya. Berikut adalah beberapa tips penting untuk membantu Anda memulai perjalanan kewirausahaan:
1. Pahami Titik Awal Anda

Setiap orang memulai dari titik awal yang berbeda. Anda perlu mengevaluasi status landasan peluncuran Anda. Temukan ‘ mengapa ‘ Anda ingin memulai bisnis—motivasi sejati Anda. Juga, cari tahu berapa banyak modal yang dapat Anda ambil risiko untuk memulai proyek Anda. Bertanya pada diri sendiri:

Apa yang rela Anda korbankan untuk mencapai tujuan itu?
Berapa jam seminggu Anda dapat mengerjakan proyek Anda setiap hari?
Seberapa jauh Anda bersedia untuk keluar dari zona nyaman Anda?
Seberapa jauh keluarga Anda akan pergi dengan Anda?

Berpikir untuk membangun bisnis jutaan dolar itu mudah. Namun dibutuhkan keberanian dan komitmen untuk benar-benar mewujudkannya. Pastikan Anda mengevaluasi nilai-nilai Anda sebelum terjun ke bisnis.

Pikirkan juga beban yang akan anda tanggung, seperti pajak misalnya. Sebisa mungkin sewa orang yang mengerti pajak, untuk semarang bisa sewa Konsultan Pajak Semarang. Cara ini lebih direkomendasikan.

2. Pilih Bisnis yang Tepat: Pilih Niche yang Tepat

Temukan kebutuhan mikro (ceruk) dalam permintaan, penuhi dan manfaatkan untuk menghasilkan keuntungan. Memilih ceruk adalah penting karena Anda dapat dengan mudah memahami permintaan dan memenuhinya. Berikut adalah tiga cara untuk mendekati ini:

Memanfaatkan Tren: Jelajahi kategori produk yang bermunculan di mana-mana. Kemudian cari tahu bagaimana Anda dapat mengisi celah dalam fitur-fiturnya atau menawarkan produk yang lebih berharga. Kemudian mengubahnya menjadi bisnis.

Teliti dan Tingkatkan Produk yang Ada: Teliti tentang pesaing yang ada dan cari tahu kekurangan mereka. Kemudian baca ulasan pelanggan dan temukan celah potensial.
Selami Minat Anda: Hobi atau hal-hal yang Anda suka lakukan di waktu luang Anda dapat diubah menjadi bisnis juga. Identifikasi apakah Anda dapat membangun produk di sekitar hobi Anda atau apakah itu dapat memecahkan masalah sehari-hari.

3. Teliti Kebutuhan Pasar

42% startup gagal karena tidak ada kebutuhan pasar. Orang-orang yang memulai bisnis pertama mereka berasumsi bahwa jika mereka menyukai produk tersebut, semua orang juga akan menyukainya. Tetapi bagi pelanggan, produk Anda hanyalah nama lain. Jangan berasumsi akan ada pasar untuk produk Anda. Sebaliknya, validasi ide Anda dengan meneliti pasar (pelanggan dan pesaing).

Push your product to ideal prospects and see if it’s helpful to them. Reach out to people (other than family and friends) and ask if they’d pay for your service or product.

4. Teliti Pesaing Anda

Jangan lari dari pesaing pasar. Mereka adalah peluang bagus untuk belajar tentang bisnis dan meminimalkan kerugian. Jika niche Anda memiliki pesaing, rekayasa balik apa yang mereka lakukan. Jika mereka berhasil dalam apa yang mereka tawarkan di niche Anda, kemungkinan Anda juga bisa.

Anda perlu melakukan penelitian kompetitif secara berkelanjutan. Bahkan jika tidak ada pesaing di niche Anda, itu berarti tidak ada permintaan, atau peluang masih belum dimanfaatkan.

5. Mulai Ramping

Alih-alih masuk semua dan bangkrut, mulailah bisnis yang ramping. Jika Anda telah mengidentifikasi permintaan potensial, jangan menuangkan semua uang Anda dan menganggap Anda akan berhasil.

Sebaliknya, buat produk yang layak minimum (MVP) dan mulailah mendorongnya ke pelanggan. Kemudian manfaatkan umpan balik dan pertanyaan pelanggan dan sesuaikan produk Anda. Ini adalah tip yang sangat baik bagi siapa saja yang memulai bisnis mereka sendiri. Ini meminimalkan risiko dan membantu pasar produk Anda lebih cepat cocok.

By Drajad